Air Terjun Saili, Tukka - Tapanuli Tengah

Jumat, September 19, 2014 | , , , , ,

This is Our Final Destination

Rasa penasaran akan kata-kata teman sekitar tiga bulan lalu yang ditunjukkan melalui Display Picture (DP) Smartphone-nya tentang adanya satu air terjun cukup besar di tengah hutan sana yang belum banyak diketahui orang lain, membuat hati ini terusik mesra. Kapan kesana! Namun perlu digarisbawahi, lokasi berbeda dari beberapa air terjun yang biasa dikunjungi. Jika beberapa air terjun aksesnya mudah dan cepat bahkan ada yang cuma beberapa meter dari parkiran kendaraan yang satu ini beda. Harus jalan kaki kira-kira dua jam. Bisa kurang bisa lebih lama, tergantung kekuatan pasukan. Kalau cuma dua jam ya secara pribadi masih tergolong biasa saja. Cuma, perhatikan kekuatan penumpang lain.

Masih momen lebaran, bersama teman-teman satu sekolahan dulu, ngumpul silaturahim di rumah teman secara bergantian. Tidak siang tidak malam, lanjut terus. Sampai akhirnya tercetuskan rencana akan menaklukkan Air Terjun Saili padahal awalnya akan kembali ke pantai namun karena sudah pernah sepertinya lebih seru jika melihat something new. Spontan dan instan, malam itu juga segera menelepon salah satu pemuda yang ada di desa terdekat air terjun untuk dipintakan sebagai guide. Guide bersedia, siapapun itu aku sebenarnya juga tidak tahu dan tidak mempermasalahkan, yang penting bisa sampai tanpa tersesat. Selanjutnya segera menghubungi pasukan sebanyak mungkin. Tidak bisa dibujuk ya dipaksa ikut. Maklum, karena lebaran masih banyak anggota yang kembali ke kampung halaman.

Jam 10 pagi, belasan teman yang rata-rata satu almamater sekolah mulai berkumpul dan bergerak. Pemandangan kurang tepat ketika sebagian besar ternyata mengenakan kostum kurang tepat. Mulai dari alas kaki hingga penutup kepala, bahkan perbekalan perutpun belum disiapkan dengan rapi. Terlebih perlengkapan lain. Sebenarnya bukan hal bagus, namun ya biarkanlah. Petualangan memang tidak sangat ekstrim, hanya saja minimal safety masing-masing patut diperhatikan.

Here we go.





 





Jika masa kecil sekitar akhir tahun 90-an suka nonton film animasi (kartun) di tv, pasti hafal dengan lagu pembuka film Ninja Hatori, "mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman berpetualang." Begitulah kiranya yang kami lakukan hari ini. Meski hanya versi mininya. Bukan gunung-gunung yang menjulang tinggi, bukan pula lembah yang nun jauh ditelan bumi. Namun, tetap sebuah tantangan butuh energi lebih.

Mulai dari membelah pematang sawah, menyusuri kebun karet, berjalan mendaki dan manuruni tebing. Kadang jurang sebelah kanan, beberapa ratus meter di depan giliran jurang di sisi kiri. Tidak terelakkan menyeberangi sungai yang sama berkali-kali dan menyisirnya hinggaaa, tiba disini...





Honestly, standing applause kepada teman-teman perempuan yang menaklukkan air terjun setelah melalui perjalanan lumayan panjang. Bahkan beberapa justru jauh lebih hebat daripada teman laki-laki. Bukan bermaksud gender-genderan namun sekilas harus diterima bahwa untuk beberapa hal gender itu patut dipertimbangkan.







So far, aku bisa mengatakan Air Terjun Saili ini menjadi air terjun paling besar yang pernah kudatangi di kabupaten ini. Puaskah? Jauh diatas harapan. Bertemu air terjun yang kabarnya tujuh tingkat. Sayang memang belum bisa ditaklukkan sampai puncak sono. Bukan tidak mau, mungkin waktu yang tidak cukup apalagi pasukan tidak memungkinkan untuk melakukan hal serupa saat ini. Padahal pasti akan sangat seru jika sekalian bermalam disini hingga menaklukkan setiap inchi bagian tempat ini. Jika pun tidak bermalam, mestinya harus berangkat lebih dini. Sepertinya memang harus datang lagi pada kesempatan selanjutnya untuk menjajal pilihan wisata Tapanuli Tengah penuh keringat ini. Join me?



Izin, Take SelfPict


Tentu belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan para real adventurer yang sudah menjelajah nusantara sampai ke sudut-sudut tersempit bumi Indonesia. Hanya saja tetap sebuah kebanggaan tersendiri bisa mencapai Air Terjun Saili ini, selain karena di kampung sendiri juga karena tempat ini belum banyak yang tahu. Dengar kabar ternyata beberapa bulan lalu Nadine Chandrawinata sudah menjajalnya, ada di website pemda beritanya.

Bukan sebuah penyesalan, hanya satu kekurangan saja ketika tidak sempat mengabadikan setiap momen dan setiap sudut tempat yang dijalani. Jadikan saja itu sebagai pertanda akan kesini lagi.

Hal lain yang patut kusayangkan, melihat beberapa pepohonan terletak mati tak bernyawa apakah ini bagian dari illegal logging. Memang tidak begitu banyak yang tampak oleh mata, semoga hanya seleksi alam. Bukan perbuatan sengaja manusia. Bisa dibayangkan andai memang ada pembalakan liar, yah tinggal menghitung waktu saja umur air terjun indah ini.

Menuju Air Terjun Saili, perjalanan dimulai dari Kota Pandan sebagai titik tengah. Lalu kemudi diarahkan ke daerah Tukka tepat di Kantor Kecamatan Tukka. Masyarakat lebih mengenal dengan nama Onan Tukka yang berada di Kelurahan (Huta) Bona Lumban. Dari Pandan hanya memakan waktu sekitar 10 menit atau berjarak 4 Km. At last, diteruskan sampai kendaraan parkir tepat di sisi sawah nan luas sebagai pintu gerbang petualangan setelah sebelumnya melewati dua jembatan gantung dari papan.


Koordinat Lokasi : 1o 42' 2'' N, 98o 52' 38'' E

0 komentar:

Posting Komentar