Air Terjun Saili

Salah Satu Air Terjun Terbesar yang Mutlak Ditaklukkan

Pulau Karang

Satu Sisi Pantai Pasir Putih di Pulau Karang - Barus

Air Terjun Mursala

Tak Ada Bantahan ini Merupakan Satu Air Terjun Terunik Di Indonesia

Makam Papan Tinggi

Makam Panjang dan Berada Tepat Di Puncak Bukit

PLTU Labuan Angin

Posisi Di Tepi Pulau Menjadikannya Tampak Bak Kapal Diam

Makam Mahligai, Barus - Tapanuli Tengah

Minggu, Januari 18, 2015 | , , ,

Pintu Gerbang Lokasi Makam

Jika berbicara tentang sejarah panjang republik ini, tidak sempurna jika tidak membahas tentang kota kecil bernama Barus. Kota kecil yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah ini merupakan salah satu pintu masuk pertama sekali Islam masuk ke nusantara. Dan, selamat datang di salah satu situs sejarah tertua Indonesia, Makam Mahligai. Salah satu kompleks makam besar yang ada di Barus.










Makam Mahligai merupakan areal pemakaman kuno yang mengandung banyak nilai sejarah dan menjadi salah satu tujuan para peneliti, khususnya yang melakukan riset tentang arkeologi. Didirikan oleh Tuan Syekh Abdul Khatib Siddiq, salah satu pelopor penyebaran agama Islam di kalangan masyarakat Tapanuli. Akhir hayatnya Syekh Siddiq juga dikebumikan di kompleks Makam Mahligai. Selain beliau sejumlah nama ulama besar juga dimakamkan disini, antara lain Syekh Rukunuddin, Syekh Ushuluddin, Syekh Zainal Abidin Ilyas, Syekh Ilyas, Syekh Imam Khotib Mu’azzamsyah Biktiba’i, Syekh Syamsuddin, Tuanku Ambar, Tuan Kepala Ujung, Tuan Sirampak, Tuan Tembang, Tuanku Kayu Manang, Tuanku Makhdum. Andai bisa membaca tulisan yang ada di batu nisan, mungkin nama-nama itulah yang tertera.

Sesuai dengan namanya, penyebutan Makam Mahligai merujuk pada kata “mahligai” yang berarti istana kecil yang dibangun oleh Syekh Siddiq. Namun ada juga yang berpendapat bahwa d
alam bahasa Arab, Mahligai berasal dari kata Almahligai yang artinya pendatang. Makam Mahligai berarti makam pendatang.









Makam Mahligai berada diatas lahan seluas kurang lebih 1.5 hektar. Pada kompleks makam ini, beberapa data menyebutkan terdapat 215 nisan tua yang berukir aksara Arab kuno dan Persia dengan ukuran dan bentuk bervariasi. Selain ukuran batu nisan, panjang makam juga tidak sama. Keberadaan makam ini mencatatkan sejarah bahwa aktivitas Islam telah ada sekitar abad ke-7 masehi.

Sekilas Makam Mahligai tampak seperti Gunung Padang yang ada di daerah Cianjur, Jawa Barat. Hanya saja jika Gunung Padang merupakan situs dari zaman megalitikum dengan bongkahan balok dan tiang batu yang tampak berserakan seperti tidak beraturan, berbeda dengan Makam Mahligai yang juga tampak berserakan namun memang merupakan kumpulan bebatuan nisan.

Plang Nama Tepat di Tepi Jalan Lintas

Petunjuk Adab Ziarah Kubur



Makam Mahligai terletak di Desa Aek Dakka, Kecamatan Barus. Berada di jalan lintas Barus - Manduamas sekitar 4 Km dari pusat Kota Barus. Jarak dari jalan lintas ke lokasi makam hanya sekitar seratus meter saja.

Berbicara tentang fasilitas, harap dimaklumi karena berada di puncak perbukitan kecil maka tidak ada fasilitas khusus di tempat ini. Hanya parkiran yang cukup luas dan satu rumah jaga kecil. Begitupun tentang tarif masuk makam, hanya bersifat sukarela dari para pengunjung.

Makam Mahligai sebagai salah satu tujuan wisata Tapanuli Tengah bisa masuk dalam daftar wisata sejarah dan reliji. Sekaligus juga berada di tempat ini pengunjung dapat menikmati suguhan hijaunya pemandangan alam yang mempesona hampir 360 derajat sekitar kompleks makam.


Koordinat Lokasi : 2o 2' 46'' N, 98o 24' 11'' E
Read More

Air Terjun Aloban Bair, Poriaha - Tapanuli Tengah

Rabu, Januari 14, 2015 | , , , , , ,

Sejujurnya, melihat air terjun satu ini sungguh menjadi sedikit surprise bagiku. Bagaimana tidak, mendengar cerita dari orang sepertinya air terjun ini terkesan biasa saja. Cara orang-orang menjelaskan si air terjun membuat pendengar mungkin tidak tertarik. But in Fact...




Menuju Aliran Sisi Bawah





Bagian Pertengahan Pemisah Tingkat Air Terjun



Sisi Bawah Dilihat dari Bagian Pertengahan

Air Terjun Utama Tingkat 2

Tampak Beberapa Pengunjung Mandi

Air terjun utama bagian bawah memiliki tinggi sekitar delapan meter dan memiliki kolam paling luas dan dalam. Menjadi bagian paling ramai karena siapapun bisa sampai pada lokasi ini. Sedangkan bagian air terjun sisi atas ketinggiannya sekitar 15 meter. Sayang belum sampai ke puncaknya. Untuk sampai pada sisi air terjun atas ini harus menyusuri sisi tebing. Perlu kehati-hatian ekstra.

Menyisir Sisi Tebing Mencapai Bagian Atas. Hati-hati





This is it. Namanya Air Terjun Aloban Bair, masyarakat lebih akrab menyebutnya Air Terjun Aloban. Bisa dilihat betapa sebenarnya air terjun ini sangat layak dikunjungi. Memiliki beberapa tingkat, walau air terjun besar hanya pada dua tingkat utama. Air sejuk dan bersih, khas air terjun pegunungan. Bebatuan juga turut menghiasi. Menuju lokasi juga tidak kalah seru, melewati beberapa desa dengan bentangan alam yang ada diantaranya. Letaknya yang berada di tepi jajaran bukit barisan sudah pasti memberikan kesan yang hijau dan tenang.



Tampilan Jalan Setapak Menjelang Tiba di Lokasi


Air Terjun Aloban Bair berada di Desa Aloban, Kecamatan Tapian Nauli. Secara umum orang lebih mengetahui daerah air terjun ini bernama Poriaha. Berada lumayan jauh dari jalan raya, tepatnya 8 Km dari pertigaan utama jalan lintas Sibolga - Barus. Sedangkan pertigaan itu sendiri berjarak 8.5 Km dari Kota Sibolga atau 18.5 Km dari Kota Pandan, Ibukota Tapanuli Tengah.

Apa kabar jalan menuju lokasi? Harus kuakui saat ini masih sekitar sixty - fourty : good - not good. Perlu perhatian secara menyeluruh dalam perbaikan akses menuju lokasi. Menurutku tidak perlu lebar, yang penting mulus saja. Kenyataan yang ada, beberapa bagian bisa dikatakan lumayan, namun perbaikannya terkesan putus-putus. Sebagian bagus lalu tiba-tiba rusak lalu bagus lagi.


Koordinat Lokasi : 1o 47' 22'' N, 98o 46' 38'' E
Read More

Pantai Kahona, Andam Dewi - Tapanuli Tengah

Kamis, Januari 08, 2015 | , , ,


Menelusuri sisi pantai negeri ini khususnya kampung halaman, ada satu pantai yang masih membuat penasaran karena namanya. Orang menyebut dan akhirnya menamakan Pantai Kahona pada pantai yang ada di kecamatan Andam Dewi. Siapa yang tidak penasaran, dari namanya tentu yang terbayang adalah pantai indah seperti dalam salah satu film terbaik Bollywood, Kaho Naa Pyaar Hai pada tahun 2000 lalu. Bisa disimpulkan sejarah nama pantai bisa jadi kala itu mata yang memandang begitu terpesona sehingga membandingkan dengan pantai dalam film.

Waktu berganti waktu, tahun berganti tahun tak juga terarahkan langkah kaki ke pantai ini. Sampai hari ini, penghujung 2014 akhirnya kesampaian juga. Itupun hampir tidak jadi. Meski jarak tidak lebih 100 Km dari rumah, namun kesempatan tidak selalu berpihak mesra.



Di mataku, sisi ini cukup indah dan berkesan. Bagaimana tidak, barisan pohon kelapa, rumput hijau, berada di sisi jalan aspal yang dilalui menuju pantai tampak begitu nyaman dilihat mata, setujukah? Mengingatkanku pada jalan di hampir sepanjang pantai pada beberapa daerah Pulau Natuna, Kepulauan Riau.




Posisi garis pantainya sendiri bisa berubah seiring dengan pasang surut air laut. Ketika pasang tentu dataran pantainya lebih sedikit seperti gambar di atas. Berbeda ketika sedang surut, setidaknya bisa bermain sepakbola. Pantai Kahona termasuk dalam pantai dengan permukaan landai dan warna dasar pasir sebenarnya putih.






Bisa dikatakan pantai ini masih belum terjamah oleh sentuhan modernitas. Sebagian besar fasilitas yang ada masih tradisional. Apakah itu menjadi masalah? Dalam kacamataku tidak sama sekali. Justru itu bagus. Rumah makan, tempat istirahat, mushola, sebagian besar terbuat dari kayu.

Setiap liburan khususnya hari besar, menjadi waktu dimana pengunjung membludak. Ramai. Selain warga dari daerah sekitar dari kabupaten tetangga juga menetapkan pilihan mengisi liburan ke pantai ini.

Buktikan sendiri, kombinasi rerumputan hijau yang menutupi sebagian besar permukaan tanah dengan pasir putih yang ada di sepanjang pantai membuat kaki terasa lebih nyaman jika tanpa alas.







Sebagai tambahan, sedikit ke tepi akan ditemukan satu muara. Ah, landai sekali di sisi ini. Pertemuan air laut dan sungai, beberapa kapal nelayan yang bersandar serta ekosistem sekitar muara yang memang memberi nuansa sendiri. Paling sempurna rasanya jika camping di tempat ini. Melalui malam bersama keluarga atau teman dekat sambil mengitari api unggun atau api yang digunakan untuk bakar-bakar ikan. Perfect.

*****

Ekspektasi siapapun sah-sah saja jika mengira akan dihadapkan pada pantai seindah dalam film, namun logika harus tetap jalan. Mengingat karakter pantai dalam film yang berada di pulau kecil tentu tidak akan serupa dengan karakter pantai yang ada di pantai barat Sumatera. Karena sudah malang melintang di seputaran pantai barat non pulau, pasti sudah punya bayangan.

Pantai Kahona berada di Desa Lobu Tua, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kecamatan ini belum terlalu dikenal orang karena termasuk kecamatan baru. Merupakan pecahan dari Kecamatan Barus. Bahkan masih banyak yang beranggapan bahwa Pantai Kahona berada di Kecamatan Barus. Jarak dari pusat Barus sendiri sekitar 5 Km jika melalui jalan pintas, namun jika melalui jalan utama bisa mencapai 8 Km.

Secara umum Pantai Kahona berjarak sekitar 80 Km dari Pandan sebagai Ibukota Tapanuli Tengah atau 70 Km dari Kota Sibolga ke arah utara. Tepatnya melalui jalan lintas Sibolga-Aceh. Selanjutnya dari jalan lintas Sibolga-Aceh masih berjarak sekitar 3 Km hingga sampai ke Pantai Kahona itu sendiri.

Kondisi jalan menuju lokasi sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Akan tetapi, itu belum cukup. Masih ditemukan jalanan yang seakan membuat kendaraan berteriak ketika melaluinya. Ya, di mata pengunjung akses jalan merupakan satu hal sangat mendasar. Bisa saja mereka menikmati suasananya saat datang pertama kali namun berpikir dua atau tiga kali ketika ingin kembali. Catatan penting bagi pemerintah.

Jika pemerintah daerah memang menginginkan Pantai Kahona menjadi salah satu Wisata Tapanuli Tengah yang patut diandalkan maka fasilitas serta infrastruktur perlu dibenahi.


Koordinat Lokasi : 2o 2' 32'' N, 98o 20' 55'' E
Read More